Attachment pada Anak Usia Dini (1)

Jane Brooks membuat analisis dari 66 studi mengenai kelekatan atau attachment bayi kepada ibunya didapatkan hasil bahwa kepekaaan yang merupakan hal utama meskipun bukan satu-satunya dalam kontribusinya untuk meningkatkan secure attachment pada bayi. Kepekaan atau sensitifitas adalah kemampuan untuk menangkap sinyal bayi secara akurat dan merespon secara tepat serta sesuai dengan kebutuhan anak. Faktor lainnya yang membentuk secure attachment adalah mutually (hubungan yang positif dan harmonis), synchronicity (mengkoordinasikan interaksi sosial), serta sikap yang positif atau positive attitude (seperti ekspresi emosional, penerimaan dan kegembiraan pada anak). Orang tua yang peka, responsive, hangat, penuh penerimaan dan penuh perhatian terhadap ritme perilaku anak telah menciptakan dasar pemahaman untuk ikatan secure attachment antara orang tua dengan anak.

Perpekstif etologis dari psikiater asal Inggris John Bowlby yang menekankan pentingnya attachment pada tahun pertama kehidupan dan juga pentingnya responsivitas pengasuh. Bowlby percaya bahwa baik bayi maupun pengasuh secara biologis sudah terdisposisi untuk membentuk attachment. Ia berpendapat bahwa anak yang baru lahir sudah dilengkapi secara biologis untuk merangsang perilaku attachment. Bayi akan menangis, merengek, tersenyum atau ketika balita akan merangkak berjalan mengikuti ibu mereka. Hal ini menyebabkan pengasuh utamanya untuk selalu berada di dekat mereka dan pada akhirnya akan meningkatkan peluang bayi untuk bertahan hidup.

Proses attachment tidak timbul secara tiba-tiba, tetapi berkembang dari serangkaian tahap. Berikut ini empat tahapan mengenai attachment sesuai dengan konseptualisasi John Bowlby yaitu :

a)   Tahap 1, dari lahir sampai 2 bulan. Bayi secara instingtif menunjukkan attachment mereka pada semua figure manusia. Orang asing, saudara, orang tua memiliki kesempatan yang sama untuk menyebabkan bayi menangis atau tersenyum.

b)     Tahap 2, terjadi pada usia 2 -7 bulan. Attachment sudah mulai terfokus kepada satu figure, biasanya pengasuh primer, bayi mulai bisa membedakan orang yang dikenal dengan orang yang tidak dikenalnya.

c)      Tahap 3, terjadi pada usia 7 – 24 bulan. Attachment yang specifik mulai berkembang, dengan meningkatnya kemampuan lokomotor, bayi secara aktif berusaha melakukan kontak dengan pengasuh yang tetap seperti ayah atau ibu.

d)     Tahap 4, terjadi pada 24 bulan ke atas. Anak mulai sadar terhadap perasan orang lain, tujuan-tujuan dan rencana dan mulai memasukkan hal-hal ini ketika melakukan aksi mereka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s