Attachment Anak Usia Dini (2)

Mary Ainsworth pada tahun 1979 membuat suatu percobaan yang dikenal sebagai Strange Situation untuk melakukan pengukuran observasional terhadap attachment bayi. Bayi akan diperkenalkan, dipisahkan, lalu dipertemukan kembali dengan pengasuh dan orang asing dalam urutan waktu tertentu. Berdasarkan respon bayi ketika menghadapi situasi tersebut, mereka digambarkan memiliki attachment sebagai berikut :

1) Securely Attached Babies

Bayi yang memiliki kelekatan yang aman, menempatkan pengasuhnya sebagai dasar aman untuk mengeksplorasi lingkungan. Ketika pengasuhnya hadir di ruangan, bayi memiliki attachment yang secure akan mengeksplorasi ruangan dan akan mengamati mainan yang disediakan di ruangan. Ketika pengasuh pergi, bayi yang memiliki attachment yang secure akan menunjukkan sedikit protes, kemudian ketika pengasuhnya kembali, ia akan membangun kembali interaksi positif terhadap pengasuhnya mungkin dengan cara tersenyum atau duduk di pangkuannya. Bisa juga bayi akan melanjutkan bermain dengan mainan yang ada di dalam ruangan.

2) Insecure Avoidant Babies

Bayi menunjukkan rasa tidak aman dengan menghindari ibunya. Bayi ini hanya menunjukkan sedikit interaksi denga pengasuhnya, tidak merasa stress ketika pengasuh meninggalkan ruangan dan biasanya juga tidak melakukan interaksi ketika ibunya kembali, atau bahkan mneghindari mereka. Andaipun kontak dapat terjadi, bayi biasanya menghindari atau membuang muka.

3) Insecure Resistant Babies

Bayi pada kelompok ini seringkali lengket dengan pengasuh, tetapi kemudian menolak kedekatan dengan pengasuh mungkin dengan meronta atau mendoronng. Biasanya bayi tetap lekat dengan pengasuh dengan penuh kecemasan dan tidak mengeksplorasi ruangan. Ketika pengasuh meninggalkan ruangan, seringkali mereka menangis dengan keras lalu menolak mereka ketika mereka kembali menenangkan.

4) Insecure Disorganized Babies

Bayi yang tidak teratur dan mengalami disorientasi. Pada percobaan yang dilakukan, bayi ini akan kelihatan bingung, linglung dan takut. Supaya bisa dimasukkan dalam kategori ini, bayi harus menunjukkan pola avoidance dan resistance yang kuat atau menunjukkan perilaku specifik tertentu, seperti ketakutan yang luar biasa bersama pengasuhnya.

Bayi yang memiliki attachment yang secure biasanya memiliki pengasuh  yang sensitive terhadap sinyal yang mereka berikan dan selalu siap untuk merespon kebutuhan bayi. Pengasuh yang seperti ini biasanya juga memegang peranan aktif dalam mengatur permulaaan dan kecepatan interaksi diantara mereka pada tahun pertama kehidupannya. Berlin & Cassidy menyebutkan bahwa pengasuh dari anak yang avoidant cenderung tidak selalu siap atau menunjukkan penolakan. Seringkali mereka tidak merespon sinyal yang diberikan bayi atau hanya memberikan kontak fisik yang sedkit dengan bayi mereka. Ketika mereka berinteraksi dengan bayi mereka cenderungberinteraksi dengan cara marah atau kesal.

Sedangkan pengasuh bayi yang resistant cenderung bersikap yang tidak konsisten, kadang-kadang mereka merespon kebutuhan bayi dan kadangkal tidak. Secara umum mereka cenderung tidak terlalu hangat terhadap bayi dan ketika berinteraksi cenderung tidak sinkron. Pengasuh dari anak yang disorganized seringkali menelantarkan atau bahkan melakukan kekerasan pada bayi mereka.  Dalam banyak kasus, biasanya pengasuh yang mengalami despresi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s