Rumitnya Proses Perijinan Penelitian

Saya punya beberapa pengalaman yang buruk tentang birokrasi yang ada di pemerintah. Salah satu yang saya alami beberapa waktu yang lalu adalah mengenai regulasi ijin penelitian. Saya tidak tahu apakah kesalahan saya yang tidak mencari informasi terlebih dahulu, ataukah memang sosialisasi mengenai hal itu yang kurang diberikan.

Saya berencana untuk melakukan penelitian di salah satu bagian yang berada pada wilayah kerja Dinas Pendidikan Kota Salatiga subdinas Pendidikan Luar Sekolah. Saya datang membawa surat ijin penelitian tersebut dari tempat saya kuliah saat ini di Jakarta. Ketika memasuki tempat staf yang bertugas mengurusi hal tersebut, saya mendapat sambutan yang kurang menyenangkan. Nada suaranya kurang bersahabat  dan sambil berdiri. Beliau mengatakan bahwa saya seharusnya datang terlebih dahulu ke kantor Kesbang Linmas (Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat) Kota Salatiga.  Setelah mendapatkan ijin dari badan tersebut, saya baru mendapatkan ijin dari Dinas Pendidikan.

Akhirnya saya menuju ke Kantor Badan Kesbang Linmas Kota Salatiga. Penerimaan di tempat itu baik dan menyenang. Mereka memberikan keterangan dengan cara yang lebih baik. Namun karena tempat saya studi berasal luar propinsi Jawa Tengah, maka saya harus terlebih dahulu meminta ijin ke Badan Kesbang Linmas Propinsi Jawa Tengah.

Berbekal penjelasan tersebut, sehari setelahnya saya pergi ke Badan Kesbang Linmas Propinsi Jawa Tengah di Semarang. Sesampai di sana, saya menerima sambutan yang kurang menyenangkan. Meskipun sudah diberitahu oleh staf Badan Kesbang Linmas Salatiga mengenai prasyarat perijinan penelitian, saya bertanya kembali kepada staf tersebut. Dengan jawaban yang kurang menyenangkan, beliau mengatakan bahwa prasyaratnya adalah surat dari universitas tempat studi, proposal penelitian dan fotocopy KTP. Ketika saya mengeluarkan semua prasyarat tersebut, staf tersebut mengatakan karena saya berasal dari universitas di luar Jawa Tengah, maka saya harus membawa surat dari Badan Kesbang Linmas propinsi tempat universitas saya. Tanpa senyum, staf tersebut meminta saya untuk membawa terlebih dahulu surat dari Badan Kesbang Linmas dari Propinsi Jawa Barat, sebelum saya meminta ijin ke tempat tersebut. Dengan sedikit membentak, ia mengatakan supaya saya memasukkan proposal tesis saya dan membawa ke tempat tersebut setelah saya membawa surat yang tepat.

Saya agak terkejut dengan penjelasan dari staf tersebut. Saya jadi teringat beberapa teman kuliah di S1 dulu yang mengalami proses panjang dalam mendapatkan surat ijin penelitian dengan cara yang benar. Dalam perjalanan pulang, saya merenungkan proses tersebut. Ketika saya akan penelitian di luar propinsi tempat belajar saya, proses perijinan menjadi sangat panjang. Surat dari universitas tempat saya belajar harus ditujukan ke Badan Kesbang Linmas Jawa Barat, kemudian dilanjutkan ke Badan Kesbang Linmas Jawa Tengah. Dari situ dilanjutkan ke Badan Kesbang Linmas Kota Salatiga, kemudian ke Dinas Pendidikan kota Salatiga. Setelah selesai dari situ, saya baru bisa ke lapangan, lokasi penelitian saya. Betapa panjangnya prose situ. Saya beruntung masih dalam propinsi yang berada dalam satu pulau. Saya membayangkan jika saya melakukan penelitian di lokasi berbeda pulau. Proses panjang itu kemungkinan yang membuat orang tidak terlalu suka mengikuti prosedur perijinan penelitian dengan cara yang benar.

Saya sempat menyalahkan diri saya sendiri, karena tidak menanyakan terlebih dahulu prosedur yang benar kepada beberapa orang terkait. Tetapi beberapa orang yang saya tanya juga tidak banyak memahami mengenai proses tersebut. Karena sewaktu mereka mencari surat ijin penelitian, lebih banyak yang dilakukan pendekatan pribadi pada instansi maupun individu yang dipilih sebagai subjek penelitian.

Kemudian saya mencoba mencari menggunakan mesin pencarian atau search engine di internet dengan kata kunci prosedur perijinan penelitian dan Badan Kesbang Linmas. Tidak banyak yang saya dapat, bahkan ketika saya mendapatkan website salah satu kantor Badan Kesbang Linmas salah satu propinsi, mereka tidak banyak memberikan informasi mengenai prosedur perijinan penelitian. Menurut saya, untuk sebuah informasi yang penting, mereka tidak berusaha untuk melakukan sosialisasi supaya banyak diketahui. Keterbukaan informasi publik harusnya menjadi suatu keharusan sebagai lembaga layanan masyarakat  untuk memudahkan dalam mendapatkan informasi penting. Namun saya tidak mendapatkannya dengan mudah.

Selain kurang dalam keterbukaan informasi,  dari segi pelayanan juga kurang menyenangkan. Saya melihat ada beberapa staf yang bekerja untuk mengurusi ijin penelitian tersebut, namun mereka tidak membuat proses menjadi lebih mudah. Sebagai pembayar pajak yang taat, rasanya saya tidak rela mengetahui uang pajak saya digunakan untuk membayar orang yang tidak melakukan tugas dengan baik. Mereka tidak memiliki pemikiran bahwa jabatan yang dimiliki seharusnya berfungsi untuk melayani masyarakat. Kadang justru saya melihat bahwa kekuasaan atau wewenang yang mereka miliki justru digunakan untuk membuat sulit orang lain.

Yach, saya tidak berhak menghakimi orang lain, hanya karena mereka melakukan peraturan yang ada dalam sistem yang telah ada. Dalam hati kecil saya, saya berharap saya tetap belajar melakukan sesuatu dengan cara yang benar, meskipun ketika sistem yang ada di sekeliling saya mungkin menyulitkan.

7 responses to “Rumitnya Proses Perijinan Penelitian

  1. Sama seperti saya sekarang Pak. Saya kebingungan, tak tau harus gimana lagi, sementara saya cuma anak ingusan yang mau meneliti salah satu desa wisata kab. Bantul. Saya begitu sedih, jauh dari Tasik bermodal nekat datang ke Bantul..

  2. untuk mengurus surat ijin penelitian lintas provinsi butuh syarat apa aja ya ?? saya baru mau mengerjakan proposal skripsi, tapi saya dihadapkan kendala terbatasnya data untuk menyusun proposal dan dps menyuruh untuk pra survey. saat di tempat penelitian saya harus buat surat ke kesbanglinmas, padahal proposal belum jadi karena terbatasnya data . saya harus gimana ya ?

  3. saya baru mengalami hal itu dalam seminggu ini mas.. hahah… mantaf bener… oia, kalau di tempat saya,, setelah di bakesbanglinmas kota,, itu kudu ke bapeda dahulu barulah ke instansi terkait,, ketika saya tanyakan mengenai sosialisasi,, mereka mengatakan sudah pernah,, dan itu menjadi tanggung jawab kesbanglinmkas masing2 prop…

  4. memang seperti itu prosedurnya, saya berkali2 penelitian lintas propinsi tidak pernah mendapatkan kendala yang berarti, asal prosedurnya benar…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s