Thomas Aquinas : Menyelaraskan Iman & Akal (2)

Thomas Aquinas meyakini bahwa ada jalan menuju Tuhan. Satu jalan melalui iman dan Wahyu Tuhan, dan satu jalan lagi melalui akal dan indera. Pengertian-pengertian metafisis yang dipakai oleh Thomas Aquinas sebagian besar dipinjamnya dari Aristoteles, umpamanya pengertian materi dan bentuk, potensi dan aktus, bakat dan perealisasian. Untuk itu ia memakai pengertian essential (hakekat) dan existential (eksistensi) bagi Tuhan. Menurutnya, Tuhan adalah aktus yang paling umum, actus purus (aktus murni), artinya Tuhan sempurna adanya, tiada perkembangan pada-Nya, karena pada Tuhan tiada potensi. Di dalam Tuhan segala sesuatu telah sampai kepada perealisasiannya yang sempurna. Kemurnian hanya direalisasikan dalam Tuhan. Oleh karena itu, pada Tuhan essential dan existential adalah identik.

Ia juga mengajarkan apa yang disebut sebagai theologia naturalis, yaitu bahwa manusia dengan pertolongan akalnya, dapat mengenal Tuhan, sekalipun pengetahuan tentang Tuhan yang diperolehnya dengan akal itu tidak jelas dan tidak menyelamatkan. Thomas Aquinas memaparkan 5 bukti dan argumentasi mengenai adanya Tuhan, yaitu :

  • Argumen Ontologis

Pada dasarnya, semua manusia memiliki ide tentang Tuhan. Sementara itu, diketahui pula bahwa kenyataan atau relitas senantiasa lebih sempurna daripada ide. Dengan demikian, Tuhan pasti ada dan realitas adanya itu pasti lebih sempurna daripada ide manusia tentang Tuhan.

  • Argumen Kosmologis

Setiap akibat pasti punya sebab. Dunia (cosmos) adalah akibat. Karena itu, dunia pasti memiliki sebab di luar dirinya sendiri. Karena itu, dunia pasti memiliki sebab di luar dirinya sendiri. Penyebab adanya dunia adalah Tuhan.

  • Argumen Teleologis

Segala sesuatu ada tujuannya. Karena segala sesuatu memiliki tujuan, itu berarti seluruh realitas tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan dijadikan oleh yang mengatur tujuan itu. Pengatur tujuan itu adalah Tuhan.

  • Argumen Moral

Manusia bermoral karena dapat membedakan yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah. Hal ini menunjukkan bahwa ada dasar dan sumber moralitas. Dasar dan sumber moralitas adalah Tuhan

  • Argumen Theologis

Adanya gerak di dunia mengharuskan kita menerima bahwa ada penggerak pertama, yaitu Tuhan. Menurutnya, apa yang bergerak tentu digerakkan oleh sesuatu yang lain. Seandainya sesuatu yang digerakkan itu menggerakkan  dirinya sendiri, maka yang menggerakkan diri sendiri itu harus juga digerakkan oleh sesuatu yang lain, sedangkan yang menggerakkan ini juga harus digerakkan oelh sesuatu yang lain lagi. Gerak menggerakkan ini tidak dapat berjalam tanpa batas, maka harus ada penggerak pertama. Penggerak pertama itu adalah Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s