I’m a psychology major…no, I can’t read your mind

Have you ever had a conversation that went something like this?

Person X    :   What’s your major?
You              :   Psychology
Person X    : Are you analyzing me? I don’t want you to analyze me. Can you read my mind? What am I thinking?

Judul dari tulisan ini diambil dari sebuah group di facebook yang diberi nama “Yeah…i’m a psychology major..no, i can’t read your mind.”

Sebagai seorang yang memiliki latar belakang psikologi, pernyataan seperti di atas sudah seringkali ditujukan kepada saya. Semenjak masih kuliah sampai saat ini, hampir setiap bertemu dengan orang baru pertanyaan seperti itu seringkali muncul, begitu mengetahui latar belakang pendidikan saya.

“Wow..orang psikologi ya..berarti bisa tahu kepribadian saya.” Ungkapan seperti itu seringkali muncul. Ataupun ” berarti bisa meramal saya dong.” Terkadang ketika saya mengungkapkan sesuatu tentang orang tersebut, ia akan berkata,”Ya..pasti kamu tahu dong..kamu kan psikolog.”

Sebenarnya menjadi tidak nyaman ketika orang menganggap bahwa profesi kami dapat membaca semua pikiran orang lain. Bahkan beberapa orang bahkan menganggap kami seperti paranormal atau dukun, yang dapat menebak begitu saja pikiran ataupun nasib seseorang.

Dalam bidang kami, objek yang dipelajari adalah manusia, terutamanya pada perilaku manusia. Perilaku manusia sendiri dibagi menjadi 2 yaitu : perilaku overt dan perilaku covert. Perilaku overt merupakan respon seseorang terhadap stimulus yang berupa tindakan nyata (terbuka). Perilakunya sudah jelas berupa tindakan, sehingga dengan mudah diamati oleh orang lain. Sedangkan perilaku covert adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung (tertutup). Responnya masih berupa perhatian, sikap, persepsi ataupun kesadaran, yang tidak dengan jelas atau mudah diamati oleh orang lain.

Dalam pengukuran psikologi yang menjadi objek pengukuran adalah psychological attributes atau psychological traits, yaitu ciri yang mewarnai atau melandasi perilaku seseorang. Kegiatan dalam melakukan pengukuran psikologi adalah tes psikologi. Dalam test psikologi, yang diukur adalah sampel tingkah laku, karena tes hanya mendapatkan data pada waktu tertentu serta dalam kondisi maupun konteks tertentu. Jadi ketika hasil tes psikologi seseorang tidak sama dalam waktu yang berbeda, akan sangat dipengaruhi oleh banyak faktor.

Alat ukur psikologi atau tes psikologi juga dibuat berdasarkan bangunan teori tertentu dan melalui tahapan-tahapan tertentu. Bukan semata-mata dibuat berdasarkan imajinasi ataupun inspirasi tertentu. Semuanya dibuat secara ilmiah. Di samping itu, selain menggunakan tes psikologi, kami juga belajar mengetahui perilaku individu dengan teknik observasi dan wawancara.

Jadi, jangan dianggap bahwa dalam profesi kami dapat mengetahui pikiran seseorang secara instan. Memang jam terbang yang sudah banyak serta pengalaman yang bervariasi dalam menghadapi berbagai tipe orang, akan sangat membantu dalam memahami pikiran dan perilaku seseorang. Di samping itu, kami sangat menghargai setiap individu sebagai makhluk yang special atau istimewa (individual differences), sehingga kami juga memperlaku masing-masing pribadi secara berbeda.

Kami bisa memahami pikiran maupun perilaku  anda secara tepat, jika anda sendiri mampu terbuka untuk mengungkapkan pikiran anda. “Yeah..i’m a psychology major…no, I can’t read your mind.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s