Ngobrol…:)

Ngobrol ataupun nggosip menjadi salah satu kegiatan yang cukup favorite bagi saya. Nggosip atau membicarakan tentang orang lain merupakan hal yang mudah dilakukan bagi beberapa orang. Hal itu juga terjadi pada diri saya. Lebih mudah bagi saya untuk membicaraka orang lain tapi mengalami kesulitan untuk mengungkapkan perasaan yang terjadi pada diri saya sendiri. Tapi itu dulu, beberapa tahun yang lalu. Beberapa teman mengenal salah satu kelebihan saya yaitu kemampuan mendengarkan yang baik sekali. Saya menjadi teman yang baik untuk berbagi perasaan, karena saya bisa bertahan lama dalam mendengarkan, tanpa unsur menghakimi. Saya menyadari kelebihan ini berguna bagi dalam proses konseling. Namun di satu sisi, saya bukan orang yang dengan mudah terbuka untuk bercerita mengenai perasaan saya, hanya dengan orang-orang tertentu saja, dimana saya merasa aman untuk berbagi. Bahkan terkadang saya takut untuk mengungkapkan keberatan saya terhadap suatu hal, saya menjadi pribadi yang pasif dan cenderung kurang asertif.

Seiring berjalannya waktu, saya merasa bahwa kemampuan mendengarkan saya menjadi berkurang.  Ketahanan saya untuk mendengarkan cerita seorang teman menjadi berkurang. Sebelum orang selesai bercerita, saya seringkali sudah memenggalnya atupun menanyakan sesuatu yang lainnya. Untung saja, hal ini tidak terjadi dalam proses konseling. Ketika bertindak sebagai konselor, seolah-olah sudah disetting untuk menggunakan kemampuan mendengarkan tersebut.

Saya tidak tahu apakah memang kemampuan mendengarkan memiliki korelasi yang negatif terhadap kemampuan untuk mengungkapkan perasaan. Ketika kemampuan mendengarkan saya berkurang, keberanian saya untuk mengungkapkan perasaannya saya menjadi semakin besar. Saya menjadi orang yang lebih asertif dan terbuka.

Ada beberapa tempat favorit untuk melakukan kegiatan ngobrol dengan teman. Salah satunya adalah di goa kerep ambarawa. Tempatnya hijau, dingin dan sejuk. Saya bisa seharian di tempat tersebut hanya untuk mengobrol. Bahkan pernah dengan seorang teman, sampai di tegur petugas keamanan karena menggunakan tempat berdoa untuk mengobrol dalam waktu yang lama.

Mengobrol, baik itu membicarakan orang lain maupun mengungkapkan perasaannya sendiri, pasti memiliki sisi positif dan negatif. Sebagai makhluk sosial, pastinya saya membutuhkan kontak dengan orang lain, salah satunya melalui ngobrol. Mungkin sekarang lebih banyak belajar ngobrol yang sehat…..:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s