Children’s Coping with Chronic Illness

Seorang penderita sakit fisik harus mengatasi berbagai sumber stres, seperti rasa sakit, lingkungan rumah sakit, aturan-aturan dokter, dan treatment-nya. Pada saat yang bersamaan pasien juga harus memelihara keseimbangan emosionalnya dan hubungan baiknya dengan sanak saudara dan teman. Tugas-tugas yang beragam membutuhkan berbagai strategi coping, yang tidak dapat diatasi dengan coping yang sifatnya tidak multidimensional. Coping sebagai reaksi individu dalam interaksinya dengan situasi yang menekan dipengaruhi oleh penilaian kognitif individu yang bersangkutan. Penilaian kognitif menyangkut dua hal, yaitu makna suatu peristiwa bagi kesejahteraan hidup individu dan tindakan apa yang dapat dilakukan. Berbeda dengan orang dewasa, coping pada anak tidak mungkin menyerupai coping pada mereka. Coping yang digunakan orang dewasa, seperti problem solving atau confrontation, yang membutuhkan banyak kemampuan kognitif, verbal dan ketrampilan sosial, belum dimiliki oleh anak-anak (Petterson, 1989).

Compas dkk. menekankan bahwa untuk memahami perilaku coping pada anak dan remaja perlu pentingnya pemahaman terhadap konsep perilaku coping pada anak. Karakteristik anak dan remaja berhubungan dengan karakteristik lingkungan, seperti dukungan keluarga, masyarakat, dan stressor-stressor yang ada untuk menghasilkan coping tertentu   Compas dkk. (dalam Taylor, 1995) mengemukakan bahwa problem focused coping sudah muncul pada masa kanak-kanak, sedangkan emotional focused coping berkembang pada akhir  masa kanak-kanak atau remaja awal. Garrison dan Mc.Quiston (dalam Kliewer & Lewis, 1995) berasumsi bahwa pada masa pertengahan kanak-kanak, mereka telah berkembang proses kognitifnya dan strategi coping yang digunakan untuk mengatasi stressor yang berhubungan  dengan penyakitnya. Demikian pula, Siegel (dalam Walker dan Roberts, 1992)  menjelaskan bahwa pendekatan pertama untuk mengukur strategi coping pada anak dengan cara  mengidentifikasikan perilaku yang spesifik saat anak menghadapi prosedur medis atau penyebab stres yang lain. Petterson dan Mori (dalam Walker & Robert,  1992) menjelaskan bahwa pada anak, seperti juga pada orang dewasa, berbeda dalam berapa banyak informasi yang lebih mereka sukai mengenai hal yang membuat stres selanjutnya. Beberapa penelitian berpendapat bahwa pada umumnya pilihan cara coping mengenai informasi tentang penyakitnya berhubungan dengan lamanya sakit. Anak yang sakit pada periode waktu yang pendek kurang suka mendapatkan informasi mengenai penyakitnya secara detail selama berlangsungnya prosedur medis (Walker,  dan Roberts,  1992).

Pada beberapa penelitian dalam Pediatric Psychology untuk meneliti coping pada anak biasanya digunakan informative seeking coping dan avoidant coping atau menggunakan information – denying coping (Petterson,  1989).  Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Siegel (dalam Petterson, 1989) pada anak dengan usia 8-14 tahun, dengan cara mewawancarai mereka mengenai cara apa yang digunakan untuk mengatasi ketakutan dalam menghadapi prosedur medis. Anak-anak yang mencari informasi dan secara aktif bertanya, kecemasan menjadi berkurang dan mereka lebih kooperatif serta mempunyai toleransi yang tinggi terhadap penyakitnya daripada anak yang menghindari informasi.

Cohen dan Lazarus mengemukakan bahwa untuk menghadapi keadaan sakit fisik, fungsi coping menjadi khas, yaitu (a) untuk memperkecil kondisi-kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan, (b) menerima atau menyesuaikan dengan realitas-realitas yang negatif, (c) memelihara citra diri yang positif, (d) memelihara keseimbangan emosional, (e) tetap menyelenggarakan hubungan dengan orang lain secara memuaskan. Berdasarkan tujuan coping yang dikemukakan, dapat terlihat bahwa sebenarnya usaha coping tidak harus selalu mengarah kepada penyelesaian masalah secara tuntas. Namun yang lebih penting adalah bagaimana dengan usaha coping yang dilakukan dapat bertahan untuk tidak terlarut dalam masalah yang dihadapinya.

Strategi coping yang digunakan oleh anak dan remaja penderita penyakit Sickle Cell Disease (SCD adalah strategi coping yang disusun Ayers (dalam Kliewer, dan Lewis, 1995). Strategi coping yang digunakan adalah :

  1. Active Coping (Upaya aktif),  yaitu individu mencari solusi dengan melakukan sesuatu secara aktif untuk menyelesaikan masalahnya.
  2. Support Seeking (Mencari dukungan), yaitu individu  menemui orang untuk membantunya memecahkan masalah atau melepaskan perasaannya.
  3. Avoidance Coping (Penolakan), yaitu individu berusaha menghindar dari masalah, situasi yang membuat stres dan menghindari untuk berpikir tentang penyebab stres tersebut.
  4. Distraction coping (Mengalihkan Perhatian), yaitu individu mengalihkan perhatian dari pikiran yang kacau dengan menonton televisi, berolahraga atau bicara dengan orang lain.

Namun demikian, dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, strategi coping pada anak sangat dipengaruhi oleh strategi coping yang dikembangkan oleh orang tua mereka. Selain itu, dukungan sosial dari orang tua dan keluarga juga memberikan pengaruh yang tidak sedikit.

Sumber :

Hanson, C.L., Harris, M.A., Relyea, G., Cigrang, J.A., Carle, D.L., Burghen, G.A. (1989). Coping Style in Youth with Insulin-Dependent Diabetus mellitus. Journal Consulting and Clinical Psychology. Vol. 57. 5. 644-651.

Kliewer, W and Lewis, H. (1995). Family Influences on Coping Processes in Children and Adolescent with Sickle Cell Disease. Journal of Pediatric Psychology. Vol 21. 4. 511-525.

Peterson, L. (1989). Coping by Children Undergoing Stressful Medical Procedures: Some Conceptual, Methodological and Therapeutic Issue. Journal of Consulting and Clinical Psychology. Vol 57. 3. 380-387.

Walker, C.E., and Robert, M.C. (1992). Handbook of Clinical Child Psychology. 2nd edition. New York : John Willey and Sons.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s