Kebahagiaan

Pandanglah dunia dan lihatlah ketidak bahagiaan di sekitar anda dan di dalam diri anda. Tahukah anda apa yang menyebabkan ketidakbahagiaan?

Hanya ada satu penyebab ketidakbahagiaan, yaitu keyakinan palsu yang ada dalam pikiran anda. Keyakinan itu dipegang begitu banyak orang dan tampak begitu lumrah, sehingga tidak pernah anda persoalankan sama sekali. Karena keyakinan rancu, ada melihat dunia dan diri anda sendiri dengan cara yang rancu. Pemrogaman diri anda begitu kuat dan tekanan dari masyarakat begitu hebat sehingga anda benar-benar terjebak dan terbiasa memandang dunia dengan cara yang rancu. Celakanya, tidak ada jalan keluar, sebab anda tidak menyangka bahwa persepsi anda rancu, bahwa pemikiran anda keliru dan bahwa keyakinan anda palsu.

Keyakinan-keyakinan palsu manakah yang menghalangi kebahagiaan anda?

Pertama, keyakinan bahwa anda tidak dapat bahagia tanpa hal-hal yang anda pandang bernilai dan yang membuat anda terikat. Keyakinan itu salah. Tak pernah sedetikpun berlalu tanpa sesuatu yang ada perlukan untuk berbahagia. Setiap saat anda memilikinya. Renungkanlah sejenak. Anda tidak bahagia karena nad lebih memusatkan diri pada segala sesuatu yang tidak anda miliki, dan bukannya pada apa yang anda miliki sekarang ini.

Kedua, anda percaya bahwa kebahagiaan ada di masa depan. Tidak benar. Disini dan sekarang ini ada bahagia. Here and Now. Hanya saja, anda tidak mengetahuinya. Keyakinan palsu dan persepsi yang rancu itu telah menjerat diri anda dalam ketakutan, kecemasan, kelekatan, knflik, rasa bersalah dan sejumlah “permainan” lain yang telah diprogramkan untuk anda.

Ketiga, anda percaya bahwa kebahagiaan akan datang apabila anda berhasil mengubah situasi dan orang-orang di sekitar anda. Itu tidak benar. Yang membuat anda bahagia atau tidak bukanlah dunia dan orang-orang di sekitar anda, melainkan pemikiran di kepala anda.

Keempat, keyakinan bahwa anda akan bahagia bila semua keinginan anda terpenuhi. Juga tidak benar. Sesungguhnya keinginan dan kelekatanlah yang membuat anda tegang, frustasi, cemas, gelisah dan takut. Buatlah daftar semua kelekatan dan keinginan anda. Kepad setiap kelekatan dan keinginan itu katakanlah, “Dalam lubuk hatiku aku tahu bahwa meskipun telah mendapatkan kamu, aku tidak akan mendapatkan kebahagiaan. Renungkanlah kebenaran kata-kata itu. Terpenuhinya keinginan paling-paling hanya membawa kesenangan dan kegembiraan sesaat. Jangan samakan itu dengan kebahagiaan.

(Dipanggil untuk Mencinta – Anthony de Mello)

2 responses to “Kebahagiaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s