Sekolah Darurat Kartini (1)

Pagi itu mentari baru saja beranjak, namun sinarnya sudah cukup terik di sekitar jalan Raya Lodan, Jakarta Utara. Hari itu merupakan kali kedua kami berkunjung kembali ke Sekolah Darurat Kartini. Dari arah sebuah pusat perbelanjaan, kami menyeberang ke arah bawah jalan layang untuk menuju sekolah tersebut.

Kali pertama berkunjung ke tempat itu,  kami harus bertanya dengan beberapa orang. Waktu itu, kami berjalan di sepanjang jalan Raya Lodan, tepat di depan Universitas Bunda Mulia. Sepanjang jalan di bawah jembatan layang tersebut, merupakan tempat usaha beberapa orang. Usaha yang mereka lakukan sebagian besar pengumpulan barang-barang bekas. Beberapa orang di sana dapat kita tanya mengenai letak Sekolah Darurat Kartini. Hanya saja bagi yang  membawa kendaraan pribadi, akan lebih baik untuk di tempat parkir di Universitas Bunda Mulia ataupun pusat perbelanjaan Carrefour. Kemungkinan besar wilayah di bawah jalan layang tersebut tidak cukup aman.

Kunjungan untuk kedua kalinya ini, kami sengaja datang lebih pagi, supaya bisa berjumpa dengan ibu guru kembar. Sekolah Darurat Kartini terletak di pinggir rel kereta api yang menuju ke arah Stasiun Kota. Dari arah Jalan Raya Lodan, di daerah Ancol, kami harus masuk sebuah gang kecil di bawah jalan layang. Jalanan terdiri dari bebatuan dan tanah, kemungkinan jika hujan, akan menjadi becek. Pada sisi gang tersebut, banyak sekali barang-barang bekas yang dikumpulkan sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat di daerah tersebut. Setelah itu, kami harus melewati sebuah area ladang. Ladang tersebut sebagian besar ditanami sayuran. Sebelum sampai di sekolah itu, kami masih harus melewati jembatan di bawah rel kereta api. Kemudian kami harus memasuki sebuah gang sempit yang berbelok-belok di perumahan padat penduduk. Pada akhirnya kami sampai di Sekolah Darurat Kartini yang terletak di antara rumah-rumah sempit tersebut.

Pada akhirnya, kami sampai di lokasi sekolah tersebut. Lokasi sekolah tersebut berada dekat dengan tempat parkir-parkir kendaraan angkutan barang, seperti truk. Sedangkan tepat di belakang sekolah melintas rel kereta api. Jarak dengan rel kereta api hanya sekitar 1 meter, sehingga setiap beberapa menit akan terdengar suara kereta api.Ruangan sekolah hanya terdiri dari satu bangunan memanjang yang di bagi menjadi dua ruangan yaitu ruangan kantor guru seukuran 1.5 x 3 meter, sedangkan ruangan kelas merupakan bangunan memanjang berukuran sekitar 6 x 25 meter.  Sedangkan, ruangan guru lebih banyak berisi alat-alat peraga misalnya alat musik dan beberapa contoh karya hasil keterampilan siswa-siswa.

Ibu Guru Kembar yaitu Ibu Sri Rosiati dan Sri Irianingsih mendirikan SD (Sekolah Darurat) Kartini, sebagai tempat belajar anak-anak gelandangan, pemulung, serta pengemis di daerah sekitarnya. Sekolah Darurat Kartini adalah lembaga pendidikan semiformal yang didirikan pada tahun 1996. Jenjang pendidikan di sekolah tersebut dari pendidikan anak usia dini sampai dengan tingkat pendidikan menengah atas. Berbagai kegiatan pembelajaran di skeolah itu akan saya tuliskan pada bagian lainnya. Video di atas saya ambil dari You Tube, namun lokasi sekolah di atas sudah digusur. Bukan lokasi yang kami kunjungi pada bulan Desember tahun lalu.