Bagaimanakah Membangkitkan Empati pada Anak? (3)

Sebagai dasar untuk menumbuhkan sikap empathy adalah kasih sayang tanpa pamrih terhadap sesama manusia. Ketika kita mengasihi orang lain muncul perasaan tidak rela, ketika sesuatu yang berat menimpa orang yang kita kasihi. Kasih itu juga berkaitan dengan keinginan untuk memaafkan kesalahan orang lain. Ketika pengampunan itu muncul, maka keinginan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan akan sirna.

Sikap lain yang tidak kalah penting, adalah proses membayangkan kita berada pada kondisi orang lain. Sebagai contoh ketika kita ingin memukul orang, coba bayangkan kita pada posisi dimana kita sebagai pihak yang dikenai perilaku tersebut.

Beberapa lain yang mungkin dapat membangkitkan empati pada anak adalah sebgai berikut :

Pertama, anak berperilaku karena ada proses meniru perilaku dari ”model” yang dilihatnya. ”Model” bagi anak tentu saja orang dewasa yang ada di sekitarnya, yang paling dekat adalah orang tua atau orang lain yang tinggal serumah dengannya. Sebagai orang dewasa, kita bisa mulai dengan memberikan contoh tindakan nyata yang mengambarkan empati pada anak-anak kita. Beberapa tindakan kecil yang bersifat kebaikan dapat dilakukan oleh orang tua. Misalnya ketika orang tua membuang sampah di tempat yang tepat. Tindakan lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana hubungan antara kedua orang tuanya atau hubungan orang tuanya dengan keluarga besarnya yang lain, serta hubungannya dengan tetangga. Sebagai contoh, jika ayah atau ibunya bertengkar dengan tetangga sebelah rumah, hanya karena dahan pohon mangga milik tetangga terjulur ke halamannya, bagaimana anak bisa melihat contoh yang tepat.

Kedua, memberikan nasehat untuk melakukan tindakan kebaikan adalah sesuatu yang baik, tetapi lebih bijaksana jika kita meminta anak untuk melakukan tindakan tersebut, meskipun dari yang bersifat sederhana. Misalnya saja ketika ada pengemis tua di jalan, kita bisa meminta anak untuk memberikan uang sekedarnya.

Ketiga, kita dapat memberikan beberapa contoh kebaikan yang dilakukan oleh orang lain. Misalnya ketika di jalan kita melihat ada seorang anak yang membantu menyeberangkan orang yang buta. Kita bisa mengatakan bahwa tindakan anak tersebut bagus dan bisa menjadi teladan. Sesederhana apapun suatu kebaikan terjadi, penting bagi orangtua untuk menunjukkan dan meminta perhatian kepada anak supaya memahami dan mencontoh kebaikan atau sikap empati tersebut.

Keempat, yang tidak kalah penting kita perlu memberikan pujian atau penghargaan bagi setiap tindakan kebaikan yang dilakukan oleh anak. Sebagai misal, ketika ia mau membagikan hadiah (berupa makanan) yang diterima dengan temannya, atau ketika ia tidak berebut mainan dengan adiknya.

Semakin sering anak mendapatkan pelajaran dari suatu tindakan kebaikan, maka akan semakin terpupuk sikap empati anak tersebut. Kita tidak perlu pesimis terhadap kondisi yang ada di Indonesia. Kadang kepedulian seringkali terjadi, ketika orang mengalami kesulitan bersama-sama. Beberapa waktu yang lalu ketika masyarakat menerima tunjangan kenaikan BBM, ada beberapa orang yang berinisiatif untuk mengumpulkan sebagian uang yang diterimanya dan diberikan kepada tetangganya yang juga dalam taraf kemiskinan, namun tidak tercatat oleh BPS. Apa kata mereka, ”Saya juga ingin mereka dapat menikmati anugerah ini.” Apakah kita tidak tersentuh dengan sikap mereka. Dimana kepedulian kita?

(pernah dimuat di majalah Psikologi Plus)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s